Desa Tani Bhakti di Kepung Tambang, Embung tercemar

Kategori Berita: 

Infokaltim - Presiden Joko Widodo meninjau lokasi penggunaan dana desa untuk penyulingan air bersih dan sekaligus pipanisasi serta pembangunan embung di Desa Tani Bhakti, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, beberapa waktu lalu, airnya duhaulu jernih bahkan dapat diminum secara langsung. Sekarang justru berbalik menjadi tidak layak lagi untuk di konsumsi, hal ini karena embung tersebut sudah terkontaminasi dengan limbah tambang batu bara.

"Embung desa dan sarana maupun prasarana air bersih, berikut pipanisasi ini sesuai dengan kebutuhan rakyat. Apalagi air bersih ini bisa langsung diminum, tentu ini sangat luar biasa," ujar Presiden Jokowi saat peninjauan di Desa Tani Bhakti kali itu.

Pembangunan embung diambil dari dana Desa, dana desa merupakan salah satu program pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang tujuanya untuk menyejahterakan rakyat dan pembangunan desa, sehingga pemanfaatan dana desa diminta harus sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat setempat.

Menurut Presiden, sarana air bersih dan embung desa yang dikerjakan dari dana desa di Tani Bhakti sesuai dengan yang dibutuhkan rakyat, karena kondisi di desa tersebut akan mengalami masalah besar jika musim kemarau karena warga dan perkebunannya kekurangan air.

Pembangunan dua kegiatan yang ditinjau presiden tersebut sudah rampung. Lokasi pertama yang ditinjau Jokowi adalah tempat penampungan air bersih yang langsung disalurkan ke rumah warga desa setempat.

Seorang warga Desa Tani Bhakti,melalui telpon seluler menyebutkan dana desa yang digunakan untuk pembangunan sarana air besih plus pipanisasi air yang langsung bisa diminum waktu itu sebesar Rp201 juta, ditambah pembuatan sumur bor dari dana CSR tahun 2015 senilai Rp20 juta, kemudian untuk pembangunan embung seluas sekitar 5.000 m2 menelan anggaran Rp238 juta.(PP)

Dok.foto Jaringan advokasi tambang (Jatam Kaltim)