Kategori

SEBULU - Wagub Kaltim H Hadi Mulyadi mewakili Gubernur Kaltim H Isran Noor melakukan panen jagung manis dan tanam perdana padi dalam rangka mendukung program Upaya Khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) dan Program Sistem Integrasi Kelapa Sawit Model Agricinal dan Sapi Indukan Wajib Bunting (Siska dan Siwab) di Desa Manunggal Daya, Sebulu, Kutai Kartanegara, Ahad (30/12/2018).

Wagub Hadi mengatakan momentum panen dan penanaman ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat lainnya.

"Pemerintah sangat berterima kasih kepada para petani. Petani sangat besar perjuangannya. Karena, selain menyediakan kebutuhan rakyat, khususnya beras dan sayur mayor, peran petani juga mendukung pertumbuhan ekonomi daerah," kata Hadi Mulyadi.

Hadi berharap ke depan Desa Manunggal Daya semakin mandiri dan menjadi contoh pembangunan sektor pertanian, perkebunan dan peternakan terpadu di Kaltim.

Diketahui lahan jagung Desa Manunggal Daya seluas 400 hektar dan padi seluas 540 hektar. Sementara lahan siap panen jagung manis akhir tahun ini seluas 50 hektar. Sedangkan dari tanaman jagung di Desa Manunggal Daya bisa 6-7 kali panen setiap tahunnya. Kemudian untuk padi dua kali panen setiap tahunnya, dengan rata-rata 6 ton sekali panen per hektar. Di desa ini terdapat 21 kelompok tani.

Mendampingi Wagub Hadi dan istri Hj Erni Makmur Hadi Mulyadi, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura H Ibrahim, Plt Bupati Kutai Kartanegara H Edy Damansyah dan Forkopimda Kutai Kartanegara. Tampak juga Kepala Desa Manunggal Daya Suyanto dan pengurus Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kutai Kartanegara.

Kegiatan dirangkai penyerahan alat mesin pertanian, benih jagung komposit untuk 60 hektar dan benih padi in hibrida 75 hektar dari Kementerian Pertanian yang diserahkan Wagub Hadi kepada perwakilan kelompok tani Desa Manunggal Daya. (jay/sul/ri/humasprov kaltim)