Kategori

SAMARINDA – Elia Manuran (26)  roboh bersimbah darah akibat pengoroyokan di Mitra Café jalan Mulawarman, Samarinda- Kalimantan Timur, Senin  dini hari.

Akibat pengeroyokan tersebut Elia tidak sempat melakukan perlawan lantaran sebuah pisau menancap di dada kirinya tepat di mengenai jantungnya.

Namun sebelum Elia meninggal pukul 21 di kediamnya masih sempat bercanda dengan keluarga besarnya. “ Tidak ada pirast buruk, kami masih bersafa,” kata Keluarga Elia yang enggan di sebut namaya.

Tentunya keluarga besar Elia sangat terpukul atas kepergiannya, “Managemen Mita Cafee akan bayar mahal atas meninggalnya, mereka akan di kenai denda adat,” kata perwakilan Keluarga besar Elia pada media ini.

Dari rekaman CCTV yang telah di miliki pihak keluarga, almarhum di keroyok hingga mengakibatkan meninggalnya korban.

Managemen Mitar Café di beri waktu 3 x 24 jam untuk menjelaskan peristiwa nahaas tersebut. “Jika tidak, maka adat akan bicara,” tutur juru bicara perwakilan keluarga.

Dari peristiwa ini beberapa orang pelaku sudah di tahan oleh jajaran Polreta Samarinda, termasuk pelaku utama Ciko Stafanus salah seorang karyawan Mitra Café yang keseharianya sebagai DJ. Ciko  sebagai tersangka utama atas meninggalnya Elia telah mendekan di sel tahanan Polreta Samrinda, dan di jaga ketat oleh aparat kepolisian setempat.

Informasi yang diterima media ini, perwakilan adat Dayak Lundaye akan datang dari berbagai kabupaten-kota Kaltim-Kaltara, dan akan menabur bunga di depan Mita Café.

Juru bicara keluarga juga menyebutkan berharap peristiwa pembunuhan ini ditangani serius oleh jajaran kepolisian, jika tida maka adat akan bicara. (HFF)