Kategori

SAMARINDA – Pembangunan energi hijau adalah kewajiban  bagi semua umat manusia sepanjang masa sebagai tanggung jawab  untuk  melestarikan hutan, pepohonan dan tumbuhan lainnya. Dari hutan, pepohonan dan tumbuhan akan dihasilkan energi yang menghidupkan manusia.

Penjabat (Pj) Sekprov Kaltim Dr Hj Meiliana mengatakan Gerakan Nasional Pembangunan Energi  Hijau untuk Indonesia sangat sejalan dengan Visi RPJMD Provinsi Kaltim 2018-2023 yaitu Berani untuk Kalimantan Timur yang Berdaulat. Satu dari lima misi yang dijalankan terkait dengan pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan lingkungan hidup, yaitu berdaulat dalam pengelolaan SDM berkelanjutan.

"Sejak tahun 2010 silam di Kaltim juga sudah dilakukan gerakan penanaman pohon melalui Program Kaltim Hijau (Kaltim Green). Meskipun telah menanam jutaan bibit pohon, namun Kaltim Green perlu terus ditindaklanjuti dengan terus melakukan penanaman yang dibarengi dengan pemeliharaan, agar target menjadikan Kaltim sebagai provinsi hijau bisa terwujud sebagaimana yang kita inginkan bersama," papar Meiliana mewakili gubernur Kaltim pada acara  pencanangan gerakan nasional pembangunan energi hijau untuk Indonesia yang digelar di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Sebulu Kutai Kartanegara, Kamis (6/12/2018)

Sementara Kepala Pusat Kajian dan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur  Lembaga Aparatur Negara (PKP2AIII LAN) Samarinda Dr Mariman Darto mengatakan pencanangan   gerakan nasional pembangunan energi hijau untuk Indonesia, sekaligus penanaman pohon aren yang merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.

"Pencanangan gerakan nasional pembangunan energi hijau untuk Indonesia merupakan output dari kegiatan Reform Leader Academy (RLA)  Angkatan XVI yang pesertanya dari Kementerian LHK,  Provinsi Kaltim, Kalbar, Kalsel, Kaltara, dan  Bangka Belitung," kata Mariman Darto.

Dalam Acara tersebut Pj Sekprov Kaltim Hj Meiliana bersama undangan lainnya melakukan  penanaman  pohon aren sebagai  momentum pencanangan Gerakan Nasional Pembangunan Energi Hijau untuk Indonesia,  sekaligus dukungan  tindak lanjut Program Kaltim Green. (mar/sul/ri/humasprov kaltim)