Kategori

SAMARINDA - Kaltim akan menjadi pilot project atau contoh pelaksanaan dan pengelolaan sistem smart province.

Utusan Presiden Seychelles untuk ASEAN Nico Barito mengatakan Kaltim akan siap menjadi pilot project smart province di Indonesia.

"Dua minggu ke depan akan ada perguruan tinggi luar negeri yang akan berkunjung ke Kaltim untuk bertemu Gubernur untuk menjelaskan bagaimana pemanfaatan dan pengelolaan sistem smart province.  Kaltim dianggap pantas menjadi pilot project smart province," kata Nico Barito di hadapan Gubernur Isran Noor ketika Penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor, Bupati Berau H Muharram dengan Utusan Khusus Presiden Seychelles untuk ASEAN Nico Barito tentang Pembentukan Tim Percepatan Kerja Sama Pengembangan Strategis Kepariwisataan Kepulauan Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim di Ruang Guest House, Komplek Pendopo Lamin Etam, Rabu (6/2/2019).   

Nico mengatakan Kaltim merupakan wilayah yang luas. Karena itu, melalui smart province diharapkan gubernur maupun bupati, walikota maupun sekda terbantu dengan pemanfaatan teknologi komunikasi informasi. Termasuk mengenai masalah pertambangan.

Melalui smart province gubernur maupun bupati/walikota bisa dengan mudah mengetahui berapa potensi pertambangan batu bara di Kaltim. Kemudian, berapa jumlah kapal ponton yang membawa batu bara melalui Sungai Mahakam.

"Semua itu bisa terbaca dengan teknologi informasi melalui smart province berbasis satelit. Ke depan, dengan handpone saja, gubernur maupun bupati/walikota bisa mengambil keputusan dan kebijakan dengan melihat data tersebut. Inilah hadiah saya buat bapak Gubernur Isran Noor," jelasnya.  (jay/sul/humasprovkaltim)