Kategori

SAMARINDA -  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda tahun ini telah meluluskan 753 wisudawan. Terdiri dari 657 strata satu (S1) Angkatan XXIX  dan 96 wisudawan untuk program pasca sarjana (S2) dari 20 program studi (prodi).  

Acara rapat senat terbuka dalam rangka   wisuda  S1 dan S2  IAIN Samarinda dihadiri Gubernur Kaltim Dr Ir H Isran Noor, Rektor IAIN Samarinda Dr HM Ilyasin,  Wakil Rektor, Dekan dan Dosen IAIN, Rektor UNU Kaltim, Forkopimda serta undangan lainnya. 

Saat menyampaikan sambutan, Isran Noor  mengatakan secara umum perkembangan dunia pendidikan  di Kaltim semakin membaik. Termasuk pendidikan tinggi yang dinilainya telah berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

"Pemprov Kaltim berkomitmen untuk memajukan dunia pendidikan,  karena salah satu program prioritas pembangunan kita adalah peningkatan kualitas SDM. Ini penting demi terwujudnya percepatan dan pemerataan pembangunanKaltim," kata  Isran Noor pada Wisuda 753 Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda di Auditorium Sultan Aji Muhammad Sulaiman IAIN Samarinda, Rabu (19/12/2018).

Isran Noor berpesan kepada wisudawan/wisudawati yang  telah menyelesaikan pendidikan, baik S1 maupun S2 untuk senantiasa meningkatkan kualitas SDM dan profesionalisme di bidang masing-masing. 

"Saya harap dengan ijazah wisudawan/wisudawati  semuanya dapat berkiprah di profesi masing-masing, serta dapat mendharmabaktikan diri untuk masyarakat, bangsa dan negara yang kita cintai bersama," ujarnya.

Isran Noor  juga mengingatkan,  bekal ijazah saja masih belum cukup untuk menjawab tantangan masa depan di era global dan teknologi informasi saat ini. Pasar kerja semakin kompetitif dan kompleks, oleh karena itu semua harus jeli dan mampu mencermati situasi dan kondisi yang terjadi di pemerintahan dan di tengah masyarakat. 

Apalagi  era digital saat ini, kata Isran   akan  menjadi tantangan bagi  semua wisudawan,  bagaimana bisa memanfaatkan peluang yang ada dengan baik. Perkembangan era digital juga harus terus diikuti, jangan sampai tertinggal.

"Para wisudawan tidak boleh bersikap menunggu,  tetap pro aktif dan kreatif. Jika tidak, maka bisa dipastikan  akan tersisih dan kalah bersaing. Semua harus tetap bersemangat dan tidak pesimis. Tetap optimistis untuk menjadi yang terbaik," papar Isran Noor (mar/sul/humasprov Kaltim)