Kategori

SAMARINDA - Upaya pengendalian inflasi di daerah menghasilkan apresiasi pemerintah pusat khususnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. 

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Kaltim Muhammad Nur saat melakukan  audiensi dengan Gubernur Kaltim Dr H Isran Noor, Kamis (31/1/2019).

Apresiasi terhadap kinerja pengendalian inflasi itu, ditanggapi Isran dengan meminta jajaran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) secara intensif terus melakukan monitoring dan evaluasi.

"Mungkin kita perlu intensif monitoring. Terutama pada kondisi atau komoditi apa saja yang bisa memicu inflasi," katanya di Ruang Rapat Gubernur Kaltim.

Karenanya, gubernur meminta koordinasi dan komunikasi harus terus dibangun di jajaran TPID untuk menjaga stabilitas harga agar ketersediaan komoditi pokok kebutuhan masyarakat selalu ada.

Sementara itu Kepala KPw BI Kaltim Muhammad Nur mengemukakan apresiasi diberikan untuk Kaltim sebab tahun 2018 inflasi di daerah terkendali.

"Inflasi kita sekitar 3,2 sedangkan target nasional mencapai 3,5. Berarti Kaltim dibawahnya," ujarnya.

Ditambahkannya, perhitungan inflasi apabila semakin rendah maka kian bagus dan menandakan pemerintah daerah bersama instansi terkait intensif melakukan upaya-upaya pengendalian.

Tampak hadir mendampingi M Nur, Kepala Tim Advisori dan Ekomomi Keuangan BI Kaltim Harry Aginta dan Asisten Analis Wahyu Baskara Santoso. (yans/sul/ri/humasprov kaltim)