Kategori

GHAZNI - Kelompok Taliban menyerang markas polisi dan bangunan pemerintah lainnya di Ghazni, Afghanistan tengah, pada Minggu (12/8/2018).

Serangan tersebut merupakan ancaman untuk merebut kendali atas kota tersebut, dengan jalan raya utama yang kini telah dikuasai Taliban. Times of Islamabad mengabarkan pada Senin dan dilansir kembali kompas.com, (13/8/2018), gempuran Taliban menewaskan 80 anggota pasukan keamanan dan sejumlah penduduk sipil.

Empat serangan udara dari Amerika Serikat meluncur di kota itu untuk mengendalikan situasi. Namun, rincian pertempuran tersebut tidak diketahui jelas karena sebagai besar saluran telekomunikasi hancur dalam beberapa hari terakhir.

Kepala staf militer Afghanistan, Mohammad Sharif Yaftali, mengklaim kota Ghazni tidak berada di bawah ancaman kehancuran. Sementara, pertempuran sengit sedang dilakukan untuk mengusir Taliban dari batas kota.

"Lokasi dan pusat-pusat strategis di kota berada di bawah kendali pasukan Afghanistan dan Taliban bersembunyi di dalam rumah dan toko-toko dan sejenisnya," katanya. Sebelumnya, Gubernur Ghazni Arif Noori mengatakan, rumah-rumah warga dan pos pemeriksaan militer menjadi sasaran serangan mortir.

Akibat baku tembak, jenazah anggota Taliban banyak ditemukan bergelimpangan di jalanan kota. Business Insider mewartakan, anggota parlemen dari Ghazni, Chaman Shah Etemadi, menyebut Taliban telah menguasai sebagian besar kota, usai meluncurkan serangan pada Jumat lalu.

"Hanya kantor gubernur, markas besar polisi dan badan intelijen yang berada di tangan pemerintah dan Taliban berupaya untuk merebutnya," ucapnya.

Taliban menyerang Ghazni, sebuah kota strategis yang memiliki jalan raya utama terhubung dengan Kabul. Serangan tersebut merupakan pukulan paling serius bagi pemerintah, sejak kelompok itu hampir mendekati kota Farah pada Mei lalu.