Kategori

Kalimantan Timur sebagai daerah penghasil sumber daya alam setiap tahunya selalu melimpah mendapatkan Transfer dana dari pusat, terkait pemulihan lahan kritis di beberapa daerah kabupaten Kota termasuk Kutai Barat dan daerah lainya. Namun kenyataanya dana tersebut bukan untuk memulihkan lahan kritis tapi ada indikasi  di gunakan untuk kegiatan lainnya.

KUTAI BARAT - Realisasi Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat tersebut di dalamnya termasuk Dana Bagi Hasil (DBH) Bukan Pajak/Sumber Daya Alam sebesar Rp915,4 miliar lebih yang di dalamnya termasuk DBH Dana Reboisasi (DR) sebesar Rp28,3 miliar. (Red- Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp1,5 Triliun lebih).

“Pemkab Kutai Barat dalam mengelola DBH DR mempunyai satu rekening khusus pada BPD Kaltim untuk menampung penerimaan dan pengeluaran DBH DR. Pemkab Kutai Barat telah menerima DBH DR sejak tahun 2001 s.d. TA 2015, ratusan miliar rupiah,” ujar seorang warga Kubar yang memberikan data terkait.

Penerimaan DBH DR Digunakan Tidak Sesuai Peruntukan Berdasarkan data penerimaan dan pengeluaran DBH DR diketahui jumlah penerimaan DBH DR per 31 Desember 2015 sebesar Rp280 miliar lebih.

Tahun Anggaran 2015 diketahui bahwa penerimaan DBH DR dimasukkan sebagai komponen penggunaan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA). Hal ini menunjukkan bahwa DBH DR digunakan untuk membiayai program dan kegiatan rutin Pemkab Kutai Barat dan tidak digunakan secara khusus untuk membiayai kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL).

Berdasarkan informasi pada rekening koran penampungan DBH DR diketahui bahwa pada bulan Desember 2015 terdapat pemindahbukuan dari rekening DBH DR ke rekening umum Kasda sebesar Rp103 miliar lebih dan ke rekening penampungan Bantuan Provinsi sebesar Rp46 miliar lebih yang keduanya adalah rekening milik Pemkab Kutai Barat.

Ternyata DBH DR Tahun 2015 yang Digunakan untuk Kegiatan RHL Hanya Sebesar 19,06% Pada TA 2015 Pemkab Kutai Barat menerima DBH DR sebesar Rp28 miliar lebih. DBH DR yang digunakan untuk kegiatan perencanaan dan pemeliharaan kegiatan RHL adalah sebesar Rp5,4 miliar  atau sertara 19,06%. (HFF)