Kategori

SAMARINDA - Memasuki tahun politik khsusunya pelaksanaan pesta demokrasi Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden - Wakil Presiden dan Pemilu Legislatif (DPR-RI,  DPD-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota) yang akan digelar 17 April 2019, berdampak pada berbagai  egenda kegiatan yang dijadwalkan sebelumnya. 

Seperti penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Kaltim ke-41  Tahun 2019 yang akan digelar di Kabupaten Paser, terpaksa diundur pelaksaaannya pada awal Agustus 2019.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim Muhammad Sa'bani mengatakan untuk pelaksanaan MTQ ini  harus dibuatkan jadwal kembali, karena rencana sebelumnya digelar pada April 2019, berbenturan dengan pelaksanaan Pemilu  Pilpres dan Pileg 2019, kemudian  Mei memasuki  bulan suci Ramadan dan Juni bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

"Pelaksanaan MTQ kemungkinan akan digelar setelah Hari Raya Idul Fitri atau awal Agustus 2019," kata Sa'bani usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sosialisasi  Mengenai Petunjuk Teknis (Juknis) Cabang Lomba Penyelenggaraan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-25 Tingkat Nasional tahun 2019 di Provinsi Kalimantan Barat. 

Rakor sekaligus membahas persiapan penyelenggaraan MTQ ke-41 di Kabupaten Paser  yang digelar di Ruang Tepian I Kantor Gubenur Kaltim, Rabu (30/1/2019).       

Selain itu, lanjut  Sa'bani  dalam rakor  tersebut juga dibahas  persiapan Pemprov Kaltim dalam menghadapi  penyelenggaraan STQ ke-25 tingkat Nasional di Provinsi Kalbar 2019,  mengenai cabang-cabang  lomba yang pertandingkan akan disosialisasikan.

"Saya minta para peserta rakor, nantinya dapat menyepakati pelaksnaaan STQ yang akan dikirim adalah juara-juara pada pelaksanaan MTQ di Berau tahun lalu. Sementara untuk mewakili Kaltim pada MTQ  Tingkat Nasional tahun 2020 yang dikirim adalah juara-juara pada MTQ di Paser," ujarnya.

Sa'bani juga meminta kepada LPTQ  baik tingkat  provinsi maupun  kabupaten dan kota  untuk terus melakukan persiapan khususnya untuk training centernya apalagi waktu yang ada masih cukup panjang, khususnya untuk memperbaiki metode pelatihan, sehingga ada peningkatan  tekhnik  dan mengasah kemampuan para kafilah.

"Kita harapkan prestasi ditingkatkan. Pelaksanaan MTQ tahun lalu di Medan, Kaltim hanya mendapat satu juara tiga,  maka dari itu pelatihan harus ditingkatkan," pesan Sa'bani. (mar/sul/humasprov kaltim)