TERHANGAT HARI INI

Taman Hutan Raya ini merupakan salah satu kawasan hutan konservasi. Sejatinya, hutan ini digunakan untuk melindungi pohon dan aneka satwa yang ada di kawasan tersebut dari kepunahan. Namun kondisinya, Tahura semakin mengenaskan karena banyaknya area yang di tambang, dibakar, illegal loging, hingga banyaknya bangunan liar semi permanen yang berdiri di lahan seluas 61.850 hektare ini. Di tambah lagi dengan maraknya penambangan batu bara membuat kawasan konsevasi tersebut semakin memprihatinkan. Tahura adalah salah satu paru-paru dunia penghasil oksigen dan pengatur siklus hidrologi yang juga menyimpan begitu banyak kehidupan dan kekayaan keaneka-ragaman hayati di dalamnya. Sekarang kehidupannya terusik. Bukit Soeharto ditetapkan sebagai sebuah kawasan konservasi pada tahun 1991 silam saat Soeharto berkuasa. Selanjutnya di tahun 2004, terjadi pembaruan peraturan hingga akhirnya menyandang julukan Taman Hutan Raya atau Tahura. Menjelajahi isi Taman Hutan Raya yang menyimpan banyak persoalan iklim dan mesteri. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dinilai tidak cukup tanggap dalam memahami persoalan kerusakan Tahura yang kian parah, campur tangan pemerintah dalam mengatasi sama sekali belum terlihat, sehingga terkesan kondisi Tahura diabaikan, kawasan tersebut yang merupakan salah satu harapan menjadi paru-paru dunia namun kondisi akibat rusak lingkungan alam dikawasan ini menjadi suatu keniscayaan untuk bisa diharapkan menajdi paru-paru dunia. Beberapa tahun terakhir ini ketinggian karbon dioksidanya (CO2) di area Tahura bahkan terkadang ekstrim disebabkan oleh terbakarnya batu bara serta bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan untuk menyerapnya, serta kelalai manusia di sekitar Tahura. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan adanya efek perubahan iklim, membuat satwa langka enggan untuk bertahan di wilayah tersebut. Akibat banyak perambahan lahan oleh perusahaan batu bara, dulu kawasan ini menjadi salah andalan paru-paru dunia, sebelum terbakarnya di tahun 1997 silam. Kawasan ini tinggal kenangan masa lalu sebagian rakyat Kalimantan Tmur dan juga beberapa peneliti dari Negara Jepang dan negara lainnya. Sudah dapat dipastikan atas kekhawatiran para ilmuwan akan membuktikan Tahura Kalimantan Timur bukan lagi aman bagi kehidupan ribuan jenis satwa didalamnya, terganggunya ekosistem dan terancamnya habitat hidup orang utan, bekantan dan burung enggang (yang mulai langkah) serta aneka satwa lainnya yang bakal mengalami kepunahan juga akhirnya jika kondisi Tahura tidak mampu lagi menjamin kelangsungan hidup satwa didalamnya. Hingga saat ini belum ada solusi yang di tawarkan oleh pemerintah, bagaimana menyelamatkan paru-paru dunia di kawasan tahura. Tahura semakin kritis banyak ilmuwan dan budayawan yang memprediksi Tahura Kalimantan Timur bakal menjadi dongeng belaka untuk anak cucu generasi yang akan datang. Tahura bagi peneliti lingkungan adalah lahan potensial dalam mengaflikasikan kemampuan ilmu mereka untuk kepentingan umat manusia, cita-cita luhur peneliti lingkungan mungkinkah bakal kandas oleh keserakahan manusia yang jelas-jelas mengambil keuntungan dengan cara merusak kawasan tersebut. Kebanyakan dari para ilmuan yang melestarikan hutan Tahura mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah. Sebenarnya Tahura membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyimpan karbon dalam jumlah besar, jika tidak tersimpan akan berkontribusi pada perubahan iklim. Namun kembali lagi, Tahura tidak terjaga dengan benar bahkan terabaikan. Tahura juga merupakan rumah bagi duapertiga dari spesies tanaman dan binatang langka di dunia. Yang berarti ratusan ribu tanaman dan pohon yang berbeda jenis dan jutaan serangga, masa depan mereka juga tergantung pada hutan ini. Dampak akibat rusaknya kawasan Tahura, serta ada beberapa ancaman, terhadap Sekolah Dasar, satu satunya SD tempat menuntut ilmu bagi warga sekitarnya hampir roboh oleh salah satu perusahaan pertambangan batu bara yang sedang beroperasi di areal tersebut. Malik salah seorang tua murid menyebutkan, sekolah anaknya hampir roboh akibat adanya penambangan batu bara di areal ini. Apa yang harus di perbuat Kawasan Tahura Kaltim Terancam Deforestasi Hebat Untuk menghentikan penghancuran Tahura, hentikan pemberia izin kuasa pertambangan batu bara,tindak tegas perambahan illegal loging, serta para pembakar lahan. Sementara yang akan berkelanjutan di masyarakat hanyalah dampak kerusakan lingkungan yang ditinggalkan oleh perusahaan pertambangan di kawasan tahura, semakin menjadi. Ironisnya, sementara kemiskinan dan ketertindasan masyarakat yang menjadi korban pertambangan terus berlangsung. Kawah raksasa banyak menelan korban anak-anak, bahkan puluham orang. Mana yang katanya pemerhati lingkungan, Sekolah kami hamper roboh, tolong kami, tolong anak genesari penghuni pinggiran Tahura Kaltim. Penulis : Ramadhan Shastra
SAMARINDA - Meriah dan penuh tawa riang itulah yang terjadi di panggung Big Wedding Expo pada hari Kamis pekan lalu bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke 72, Kamis (17/8/2017) di salah satu Mall Samarinda. Hj. Pudji Setyowati Jaang selaku ketua Tim Penggerak PKK Kota Samarinda terharu dan bangga ternyata banyak ibu-ibu muda yang berpartisipasi di acara tersebut. “Mudahan ini bisa mendorong kedekatan antara ibu dan bayinya serta memberikan edukasi tentang teknik menggendong bayi yang benar,” ucapnya. Dalam acara ini peserta hampir 100 orang menandakan acara tersebut sangat di respon dengan baik oleh warga kota Samarinda dan sekitarnya. “Apalagi pesertanya banyak sekali dan tidak hanya di ikuti oleh ibu-ibu saja tetapi juga ada bapaknya bahkan ada juga bule (pria kebangsaan asing) berserta bayinya ikut serta.” istri Walikota Samarinda ini. Sementara itu menurut koordinator acara Muhammad Faisal kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Dinas Pariwisata Kota Samarinda, Dinas Kesehatan, PKK Kota Samarinda dan IBW Samarinda, sebelum acara dimulai juga diberikan edukasi dan tutorial tentang teknik-teknik menggendong yang baik dan benar oleh dr.Budiasih Dyah Rahmadaniyati selaku koordinator Indonesia Babywearers Samarinda (IBWS). “Ini memang kegiatan pertama kali diselenggarakan, namun melihat animo rasanya patut untuk di rencanakan kembali digelar untuk waktu yang akan datang, dengan beberapa evaluasi tentunya. Terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi membantu terselenggarakan kegiatan ini.” Ujar Faisal.
SAMARINDA - lagu Indonesia Raya dan lagu nasional berkumandang di lingkungan RT 35 Kelurahan Sempaja Timur Perumnas Bengkuring Samarinda Utara, sederatan bendera Merah Putih serta umbul-umbul menghiasai peringatan kemerdekaan RI ke 72 di setiap halaman warga. Salah satu bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang telah menghantarkan kemerdekaan Republi Indonesia. Sebagai generasi muda turut andil memperingati hari Kemerdekaan Republi Indonesia ke-72, kegiatanya beragam sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Masyarakat Samarinda Utara khususnya di Kelurahan Sempaja Timur Perumnas Bengkuring melaksanakan kegiatan antara lain lomba bakiak, makan kerupuk, pukul bantal di atas batang pinang, tarik tambang, lomba joget berpasangan, serta mengambil koin dibuah papaya. Hadianya pun beragam dari buku tulis hingga alat kecantikan. “Salah satu kegiatan yang menarik kaum wanita adalah pukul bantal di atas pohon pinang,” kata Alwie ketua panitia 17 Agustus di lingkungan RT 35 jalan Kastela 9 Sempaja Timur. Alwie menyebutkan, sebagai generasi muda inilah bentuk penghargaan kami kepada para Pahlawan Bangsa yaitu mengibarkan Mereah Putih di setiap pekarangan warga Bengkuring. Panitia berterima kasih pada donator yang telah memberikan dana dalam acara ini. Dia menyebutkan pada puncak acara sekaligus pembagian hadiah kepada pemenang lomba. Diantaranya lomba tarik tambang kategori anak-anak juara pertama di raih oleh kelompok Zul, Febri, Rido dan Rehan. “Lumayan hadiahnya buku dan pencil,” kata Febri. Ir. Asphian Nur Ketua RT 35 Perumnas Bengkuring Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda Utara, sebagai Pembina menyebutkan semangat remaja di Kastela 9 tetap kompak walaupun beberapa hari ini di guyur hujan deras dan sempat menggenangi ruas jalan di kawasan RT 35 dan sekitarnya. (Ramadhan Shastra)
BALIKPAPAN - PT Pertamina RU V Balikpapan terus menjaga komitmennya untuk menjadi kilang kelas dunia yang kompetitif dan berwawasan lingkungan. Hal ini ditunjukan dengan dilakukannya penyerahan 5.000 Bibit Pohon ke Pemerintah Kota Balikpapan sebagai bentuk komitmen Pertamina dalam pengembangan proyek RDMP RU V Balikpapan. Bibit pohon yang berjumlah sebanyak 5.000 diserahkan dari Pertamina ke Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan di Gedung Kesenian Balikpapan, Jumat ( 18/8/ 2017). Acara penyerahan 5.000 bibit pohon ini dihadiri oleh Walikota Balikpapan Rizal Effendi, General Manager Pertamina RU V Balikpapan Yulian Dekri, General Manager Pertamina MOR VI Balikpapan Yanuar Budi Hartanto, Pjs. Project Coordinator RDMP RU V Balikpapan Imam Sunarto, General Manager Pertamina EP Asset 5 Irwan Zuhri, dan unsur Forkopimda Kota Balikpapan. Dalam prosesi acara penyerahan bibit pohon ini diselenggarakan pula penandatanganan berita acara penyerahan 5.000 bibit pohon antara Pjs. Project Coordinator RDMP RU V Balikpapan dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan yang disaksikan oleh Walikota Balikpapan dan General Manager Pertamina RU V Balikpapan. General Manager Pertamina RU V, Yulian Dekri dalam sambutannya mengatakan, “Pertamina akan menyerahkan sebanyak 23.680 bibit pohon kepada Pemerintah Kota Balikpapan secara bertahap sebagai Corporate Social Responsibility (CSR. Kegiatan CSR ini sesuai dengan rencana Pertamina yang tertuang dalam dokumen pengelolaan lingkungan dalam kegiatan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP). Pada Tahap I ini, sejumlah 5.000 bibit pohon akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Balikpapan”. Tahap pertama bibit pohon yang diserahkan terdiri dari beragam jenis bibit pohon, antara lain; bibit pohon mahoni, meranti, lengkeng, durian, manggis, bungur, tanjung, alpukat, dadap merah, sirsak, langsat, dan matoa. “Pertamina juga mengajak seluruh elemen masyarakat Kota minyak untuk bersama-sama mewujudkan kelestarian lingkungan dengan segera mengajukan permohonan permintaan bibit pohon ini kepada Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan,” tambah Yulian Dekri. Dengan adanya peran aktif dari seluruh elemen masyarakat Kota minyak, kita semua dapat bersama-sama mendukung Pemerintah Kota Balikpapan dalam mempertahankan penghargaan Adipura dengan menanam bibit-bibit pohon ini ke seluruh tempat di wilayah Kota Balikpapan. Yulian juga mengatakan kegiatan ini merupakan wujud tanggung jawab sosial Pertamina dibidang lingkungan. Dalam menjalankan program CSR, Pertamina berfokus pada 4 pilar, yang terdiri dari, lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan kemandirian ekonomi. Refinery Development Master Plan atau pengembangan kilang ke depan tidak hanya akan menambah kapasitas produksi kilang tetapi juga akan menghasilkan produk yang memenuhi standar euro 4 dan euro 5. "Ini berarti produk yang dihasilkan jauh lebih ramah lingkungan." jelasnya.
SAMARINDA - Menjadi pebisnis sukses di usia muda tentu merupakan impian banyak orang di Indonesia. Namun untuk mencapai puncak kesuksesan tentu membutuhkan usaha pantang menyerah dan dukungan banyak pihak. Tidak hanya butuh kerja keras, nampaknya perlu kerja cerdas guna mencapai impian itu. Setelah kesuksesan digapai, bertahan di titik puncak menjadi pekerjaan selanjutnya yang harus dipenuhi. Tidak sampai disitu, dalam berbisnis pengembangan inovasi wajib dilakukan. Pengembangan bisnis dilakukan upaya mempertahankan posisi strategis agar tak tergerus oleh arus informasi yang begitu cepat. Dalam hal ini termasuk melebarkan sayap bisnis hingga ke mancanegara. Upaya itu tentu membuat Erwin yang sukses menjadi inspirasi orang-orang. Tidak hanya soal pengalaman bisnis, bahkan bagian lain dari kisah hidup para pebisnis muda sukses tersebut layak menjadi inspirasi bagi sebagian orang Kalimantan Timur, Khususnya di Kabupaten Panajam Paser Utara (PPU) 5 tahun kedepan. H. Erwin Izharuddin ( EI ) pebisnis muda sukses di Indonesia yang telah menginspirasi banyak orang. Siapakah dia ? Anak ke-2 dari lima besaudara putra pasangan H. Abdul Chair (Alm) dan Noraida. Dan merupakan suami dari Nenny Yuliani, ia di karunia dua putra Azzahra Nurannisa dan Muhammad Falah Ikbari. Akrab dipanggil – Erwin ( EI ), ia merupakan salah seorang pebisnis tergolong sukses di Indonesia. Pria kelahiran 8 Desember 1973 di Samarinda ini sering dijumpai pada acara seminar entrepreneurs untuk beberapa Bussines Course dan Bussiness Trainingdi Cleveland Amerika, Wrench inc, Shanghai China, ATW Corp, Hauston Amerika, begitu juga eksis di beberapa product trainingdi Negara Eropa seperti Pertoseal Prancis. Ia merupakan sarjana kelulusan STIE Malangkucecwara Malang dengan kategori Indek Very Satifactory serta University of Wollongong New South Wales,dan Latrobe University. Kemudian ia melanjutkan studi di Melbourne Australia. Pebisnis muda tangguh ini pernah merasakan pahit manis dunia bisnis, dimana pada krisis moneter 1997 namun mampu bertahan. Namun berkat tekad dan kecerdasannya, Erwin mampu bangkit hingga sekarang sukses memimpin beberapa perusahaan besar di Indonesia duduk sebagai Komisaris dan Presiden Direktur ( PT. Petra Energy Internasional, PT. Rafal Global Indonesia, PT. Asia Energy Internasional dan PT. ATW Indonesia, PT Dongdaeman Asia,Rafala Global enterprises dan Rafala Music Management). Selain itu ia pun memiliki beragam prestasi, tercatat ia pernah dipercaya menjadi Ketua ICMI Orsat Wollongong, NSW Australia. Ketua Umum Senat mahasiswa STIE Malangkucecwara. Media online dan koran pun terus menyorotnya, sebagai pengusaha muda yang berhasil. Menurutnya, kesuksesannya diraih berkat kompetensi, kapasitas dan kapabilitas yang memadai. Untuk mendapatkan itu seseorang senantiasa harus mempunyai karakter dan komitmen yang kuat, integritas tinggi, tekun dan disiplin. Katanya, keberhasilan ini nantinya akan di tularkan ke PPU nanti. (Fajar Fahrudin)

Taman Hutan Raya ini merupakan salah satu kawasan hutan konservasi. Sejatinya, hutan ini digunakan untuk melindungi pohon dan aneka satwa yang ada di kawasan tersebut dari kepunahan. Namun kondisin...

Gendong bayi.jpg

SAMARINDA - Meriah dan penuh tawa riang itulah yang terjadi di panggung Big Wedding Expo pada hari Kamis pekan lalu bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke 72, Kamis (17/8/2017) di salah satu Mall...

lomba 17 agustus.jpg

SAMARINDA - lagu Indonesia Raya dan lagu nasional berkumandang di lingkungan RT 35 Kelurahan Sempaja Timur Perumnas Bengkuring Samarinda Utara, sederatan bendera Merah Putih serta umbul-umbul mengh...

BALIKPAPAN - PT Pertamina RU V Balikpapan terus menjaga komitmennya untuk menjadi kilang kelas dunia yang kompetitif dan berwawasan lingkungan.

Erwin.jpeg

SAMARINDA - Menjadi pebisnis sukses di usia muda tentu merupakan impian banyak orang di Indonesia.

Desa jembayan.jpg

TENGGARONG - Progaram pemerintah dalam hal infrastruktur belum semua merata umumnya Desa Jembayan Tengah Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai kartanegara, Kalimantan Timur.

Edwin.jpeg

JAKARTA- Merdeka itu jika Daerahku juga sejahtera, kalimat itu yang sempat terlontar dari pengusaha muda asal Bumi Etam, Kalimantan Timur, melalui perbincangan singkatnya dengan infokaltim online v...

Irham korem ASN.jpeg

INFOKALTIM.COM - Korem 091/Aji Surya Natakesuma menyelenggarakan Komunikasi Sosial dengan Keluarga Besar TNI (KBT), Generasi Muda dan masyarakat di Makorem 091/ASN Jln Gajah Mada, Samarinda, Kaltim...

TAHURA adalah salah satu paru-paru dunia penghasil oksigen dan pengatur siklus hidrologi yang juga menyimpan begitu banyak kehidupan dan kekayaan keaneka-ragaman hayati di dalamnya.

Poling

Kaltim Mencari Pemimpin:

Erwin

Visitors

  • Total Visitors: 2290826
  • Unique Visitors: 73854
  • Registered Users: 18
  • Published Nodes: 1338
  • Your IP: 54.158.245.157